Senin, 12 Maret 2012

Jalan yang sama..
Meski tegak di tempat yang berbeda, namun alur dan liku itu juga. Ranah boleh pun beda. Namun, ujungnya, yang kutemui itu juga. Mestinya, aku tidak tersesat lagi. Bukan. Kalaupun tersesat, tapi tak jauh.

Jumat, 10 Februari 2012

Memahamkan orang lain atas kefahaman kita, tak semudah yang dipikirkan... Apalagi tentang kata-kata..

Jumat, 16 Desember 2011

jalani saja..
lakukan yang terbaik sebisa mungkin..
berikan lebih, maka ada saja cara pengembaliannya

Kamis, 17 November 2011

terlepas dari penting atau tidaknya dan dibalik ketidak beranian diri, namun tetap ingin menorehkan sesuatu. Sesuatu, yang juga tidak tahu entah itu perlu. Hanya berfikir ini sebagai pembelajaran saja...

Rabu, 16 November 2011

tanya dan diam

Banyak hal yang bisa diambil dari jalan cerita keberadaan diri di sini. Hmm, kadang, lupa dengan kalimat pertama. Sehingga terkadang keberadaan ingin di enyahkan . Tapi, tentang tanya dan diam. Sungguh,dua hal yang menentukan. Terkadang. Di dalam tanya ku bawa diam.. Mengapa? Ya, mengapa mempertanyakan? Perlukah dipertanyakan yang demikian? Atau aku yang aneh dengan kediamanku?
Namun, aku membela diriku. Diamku bukan keanehan. Namun, ketidakjelasan. Diamku bukan karena kefahaman. Diamku karena memikirkan perlukah dipertanyakan???

kusutt..

Jika semua sampai pada puncak kelelahan pikiran, maka ujungnya sampai pada kusut. Ya, kusut itu tengah melanda. Entah karena perasaan-perasaan tak jelas mendera, atau memang masalah itu yang menimpa karena kelalaian diri. Ketika kusut, tak ada lagi yang diharap, selain pintuk keluar dari kekusutan. Entah pikiran, hati, emosi...
Di tengah kekusutan, aku mengingat sesuatu. Bahwa kusut akan menemui ujung kekusutannya. Karenanya, nikmati kekusutan menjelang datang kejelasan..

Rabu, 12 Oktober 2011

"dia"

lama menjelajah di dunia sendiri, saat ini aku menemukan sisi lain dari hidupku, yang sebelumnya pernah jua terpikirkan. Hanya saja, yang saat ini terasa melebihi kapasitas yang ada. Terkadang, lelah memikirkan apa yang ada di dalam pikiran ini. Ternyata, inilah diriku yang sesungguhnya. "dia" yang merajalela terus mengikuti langkahku, sebenarnya memang mengikutiku. Lha, emang "dia" mau ngapa?
Bismillahuallahuakbar...